About this audiobook
Novel James Fenimore Cooper, The Last of the Mohicans, yang pertama kali diterbitkan pada 1826 dalam bahasa Inggris, lahir dari kecemasan kuat Amerika Serikat awal untuk menentukan masa lalu nasional yang berbeda dari Eropa sekaligus tetap banyak meminjam bentuk-bentuk sastra Eropa. Cooper, tokoh terkemuka era Romantisisme Amerika dan pelopor fiksi sejarah Amerika Serikat, menempatkan cerita ini pada Perang Prancis dan India (1754–1763), khususnya pada tahun 1757 di tengah persaingan Inggris dan Prancis untuk menguasai Amerika Utara dan ketergantungan mereka pada aliansi dengan suku-suku pribumi. Diterbitkan sebagai bagian dari seri Leatherstocking, karya ini mencerminkan budaya cetak yang sedang berkembang pada masa itu dan pembaca transatlantik yang menginginkan narasi perbatasan yang menggambarkan lanskap Amerika Utara sebagai arena perjuangan epik, perjumpaan budaya, dan pembentukan identitas nasional yang baru.
Kekuatan abadi novel ini terletak pada perpaduan roman petualangan dengan renungan kelam tentang kekerasan, pengusiran, dan rapuhnya kelangsungan budaya. Melalui sosok Natty Bumppo (Hawkeye) dan nasib yang saling terkait antara tokoh-tokoh pribumi dan kolonial, Cooper mendramatisir kode-kode kehormatan dan rasa kebersamaan yang saling bersaing, menempatkan alam liar sebagai lingkungan yang agung sekaligus arsip sejarah yang diperebutkan. Meski lama dikritik karena penggambaran stereotip dan nuansa elegi terhadap masyarakat adat, buku ini secara menentukan membentuk mitologi perbatasan Amerika dan membantu menetapkan konvensi penting roman sejarah di Amerika Serikat. Pengaruhnya berlanjut pada fiksi perbatasan berikutnya dan budaya populer, dengan adaptasi panggung dan film yang berulang kali melanggengkan tema-temanya tentang konflik antarbudaya, kesetiaan, dan kehilangan.