About this audiobook
Frederick Douglass (sekitar 1818–1895), seorang mantan budak dari Maryland yang menjadi salah satu orator dan penulis abolisionis paling terkemuka abad kesembilan belas, menerbitkan Perbudakanku dan Kebebasanku pada 1855 di tengah ketegangan regional yang semakin memanas di Amerika Serikat. Ditulis dalam bahasa Inggris untuk pembaca antiperbudakan lintas Atlantik, narasi ini menelaah kembali masa kecilnya di Pantai Timur Maryland, menonjolkan kerasnya kondisi tempat-tempat seperti Tuckahoe dan penghapusan bukti hukum-arsip yang diberlakukan oleh perbudakan, termasuk ketidakjelasan tentang tanggal lahir dan asal-usul orang tua. Terbit satu dekade setelah Narrative tahun 1845-nya, buku ini mencerminkan meningkatnya otoritas retoris dan kemandirian politik Douglass, serta menyajikan catatan autobiografis yang lebih lengkap yang dibentuk oleh pengalamannya dalam politik abolisionis, jurnalisme, dan debat publik.
Karya ini memadukan kesaksian dokumenter dengan keterampilan sastra yang matang, menggunakan deskripsi rinci, ironi, dan analisis moral untuk membuka kekerasan sistematis perbudakan terhadap ikatan keluarga, ingatan, dan identitas diri. Douglass menekankan bagaimana pemisahan paksa, komodifikasi anak-anak, dan penindasan pengetahuan silsilah berfungsi sebagai teknologi dominasi yang disengaja, sekaligus menggambarkan tempat-tempat perlindungan rapuh berupa kasih sayang dan komunitas yang bertahan di dalam perbudakan. Sering dibaca sebagai revisi sekaligus perluasan dari autobiografinya yang lebih awal, buku ini memperkaya genre narasi budak dengan menggabungkan pengalaman pribadi dan kritik struktural, serta memberi pengaruh langgeng pada sastra abolisionis, autobiografi Afrika-Amerika, dan catatan-catatan kemudian tentang ketidakbebasan yang dirasisasi, dengan menegaskan bahwa sejarah pribadi tak terpisahkan dari argumen politik dan kesaksian etis.