
MELAMPAUI BATAS NALAR
Perjalan Dari Sandaran Materi Menuju Kehadiran dan KepercayaanBy Ruminto PatiLength55m
About this audiobook
MELAMPAUI BATAS NALAR bukan ajakan untuk meninggalkan akal, berhenti bekerja, atau menyerah kepada keadaan. Sebaliknya, buku ini mengajak kita menggunakan nalar sampai pada batasnya—lalu berani mengakui bahwa tidak semua hal dalam kehidupan dapat kita kendalikan, pastikan, atau pahami.
Dari keterikatan pada materi, buku ini membawa pembaca menelusuri lapisan-lapisan yang lebih dalam: kebutuhan akan rasa aman, keinginan mengendalikan hasil, tuntutan agar doa dijawab sesuai harapan, hingga kebutuhan untuk selalu menemukan alasan di balik setiap peristiwa.
Perlahan kita dihadapkan pada pertanyaan yang lebih mendasar:
Jika aku tidak dapat mengendalikan semuanya, kepada siapa sebenarnya aku bersandar?
Dan ketika jawaban tidak datang, ketika penjelasan tidak cukup, ketika masa depan tidak dapat dipastikan—apakah kita masih mampu hadir, menerima, dan tetap berjalan?
Audiobook details
GenrePhilosophy, Psychology
Length55 mins
Narrated byListen with 1,000+ voices
FormateBook with Audio
Publish dateFeb 4, 2020
LanguageEnglish
Table of contents
1MELAMPAUI BATAS NALAR
2Melainkan dengan keberanian untuk bertanya.
3Logika kita pun begitu lihai membenarkan semua ketakutan itu.
4Kiblat Batin: Ketika Materi Mengambil Alih
5Tetapi justru karena itulah ia perlu ditanyakan.
Show all chaptersShow less
6Kita bisa mengejar sesuatu tanpa menggantungkan harga diri pada keberhasilannya.
7Perlahan, jari-jari yang selama ini mengepal mulai terbuka.
8Di sinilah kita belajar berdamai dengan ketidakpastian.
9Tetapi tetap saja ada bagian yang tidak terjawab.
10Namun nalar juga memiliki batas.
11Semua itu baik selama kita memahami tempatnya.
12Mencari makna membuat kita bertanya.
13Pertanyaan ini mungkin terasa seperti memasuki ruang yang sangat sunyi.
14Kita ingin doa dijawab sesuai dengan permintaan kita.
15Aku tidak harus menguasai seluruh jalan untuk dapat melangkah.
16Begitu pula dengan iman.
17Uang hanyalah pintu pertama.
18Pulang adalah kembali kepada poros yang benar.